Menolak Lupa, Ini 5 Klub Liga 2 yang Pernah Bermain di Liga Champions Asia

Liga Champions Asia adalah kompetisi paling bergengsi antar klub di Asia. Tentu saja bisa bermain di sana adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi sebuah klub, terlebih bagi klub Indonesia. Hanya saja saat ini Indonesia tidak bisa meloloskan langsung wakilnya ke Liga Champions Asia, dan harus melalui babak kualifikasi terlebih dahulu. Hal itu dikarenakan peringkat koefisien Liga 1 selaku kompetisi papan atas di Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Untuk kamu yang ingin mendapat kesempatan menang lebih besar dalam bermain Poker online, langsung saja kunjungi 988Sport.net. Buktikan sendiri keunggulannya dan dapatkan banyak keuntungannya.

Dengan melalui babak kualifikasi, tentu saja tim-tim asal Indonesia akan mendapat tantangan yang lebih berat karena harus berjumpa dengan tim-tim raksasa Asia. Oleh sebab itu, sampai saat ini banyak klub Indonesia yang kesulitan untuk menembus babak grup Liga Champions Asia. Meskipun demikian, ada beberapa tim asal Indonesia yang pernah bermain di Liga Champions Asia, bahkan setidaknya ada 5 tim asal Liga 2 yang pernah wakili Indonesia di kompetisi tersebut.

Mitra Kukar

Mitra Kukar yang baru saja terdegradasi ke kompetisi Liga 2 ternyata pernah mewakili Indonesia di Liga Champions Asia, tepatnya pada musim 1988/99 ketika mereka masih bernama Niac Mitra. Hanya saja kala itu Niac Mitra gagal lolos ke babak gugur karena hanya menduduki posisi ketiga di Grup 5 dengan meraih 1 kali kemenangan dan 1 kali seri serta menelan 2 kali kekalahan.

Persita Tangerang

Kemudian ada nama Persita Tangerang yang juga pernah mewakili Indonesia di Liga Champions Asia pada tahun 2003 yang lalu. Namun sayangnya pada babak play-off ketiga Liga Champions Asia mereka kalah agregat dari tim asal Thailand, Osotspa FC dengan skor 1-0.

Sriwijaya FC

Selanjutnya ada nama Sriwijaya FC yang pernah mewakili Indonesia di Liga Champions Asia 2009. Kala itu tim Laskar Wong Kito tergabung di Grup E bersama FC Seoul (Korea Selatan), Gamba Osaka (Jepang), dan Shandong Luneng (China). Namun Sriwijaya FC harus tersingkir di babak grup setelah hanya mengumpulkan 3 poin hasil kemenangan 4-2 atas Shandong Luneng.

PSMS Medan

PSMS Medan adalah tim Indonesia pertama yang bermain di Liga Champions Asia, tepatnya pada tahun 1970 yang lalu. Kala itu PSMS Medan berhasil menduduki posisi ke-4 setelah kalah 0-1 dari wakil Lebanon, Homenetmen dengan skor 0-1.

Persik Kediri

Yang terakhir adalah Persik Kediri, yang pernah bermain di Liga Champions Asia pada dua edisi, masing-masing pada tahun 2004 dan 2007 yang lalu. Namun pada kedua edisi itu Persik hanya mampu duduk di posisi ketiga klasemen akhir babak grup.

Diunggulkan Raih Ballon d’Or, Virgil van Dijk Justru Dukung Lionel Messi

Bek internasional Belanda, Virgil van Dijk berhasil menunjukkan penampilan yang luar biasa bersama Liverpool di musim kompetisi 2018/19. Berkat ketangguhannya, Liverpool memiliki lini belakang terkuat di Eropa dan bahkan di dunia. Bahkan di Liga Premier Inggris klub yang bermarkas di Anfield itu hanya kemasukan 22 gol dari 38 pertandingan yang dijalani, dan hal itu pun menasbihkan Liverpool sebagai tim dengan jumlah kemasukan gol paling sedikit di kompetisi kasta tertinggi Inggris tersebut.

Virgil van Dijk Diunggulkan Meraih Ballon d’Or 2019

Tidak hanya itu, baru-baru ini Van Dijk juga terpilih menjadi Man of The Match pada gelaran final Liga Champions Eropa di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol melawan Tottenham Hotspur. Bersama kiper Alisson Becker, Van Dijk berhasil tampil kokoh dalam menghalau setiap serangan yang dilancarkan oleh pasukan Mauricio Pochettino. Hasilnya Liverpool pun berhasil menyudahi pertandingan dengan skor 0-2 melalui dua gol yang dicetak oleh Mohamed Salah dan Divock Origi. Kemenangan itu pun memastikan Liverpool meraih gelar juara Liga Champions untuk yang keenam kalinya sepanjang sejarah klub.

Dengan prestasinya tersebut, Van Dijk pun diunggulkan untuk meraih penghargaan Ballon d’Or 2019. Penghargaan itu sendiri diberikan setiap tahunnya kepada para pemain yang berprestasi dan memiliki pengaruh yang besar dalam suatu keberhasilan timnya dalam meraih gelar juara.

Van Dijk Lebih Unggulkan Lionel Messi

Meskipun demikian, Van Dijk justru lebih mengunggulkan Messi sebagai peraih Ballon d’Or 2019. Karena meskipun gagal mengantarkan Barcelona menjadi juara Liga Champions, namun pemain asal Argentina itu memiliki pengaruh yang besar bagi Barcelona dalam mengamankan gelar juara La Liga musim ini.

“Saya pikir Messi adalah pemain terbaik di dunia, dia pantas mendapatkannya selama dia bermain. Jadi, Ballon d’Or bukan sesuatu yang saya pikirkan. Jika itu terjadi jelas saya akan menerimanya, tapi saya tidak memikirkannya,” kata Van Dijk.

Musim ini Messi berhak menerima penghargaan Sepatu Emas Eropa setelah berhasil mencetak 36 gol di La Liga. Jika dihitung secara keseluruhan, Messi mampu mencetak 51 gol dan menyumbang 22 assists di sepanjang musim 2018/19.

Bagaimana dengan kamu, apakah sudah memiliki favorit dalam penghargaan Ballon d’Or 2019? Kalau belum, kamu harus simak berita seputar sepak bola baik klub atau pemain hanya di Tanimoto-auto.com. Di sana kamu juga bisa bermain Play1628 dan mendapatkan keuntungan yang berlipat.

Laga Final Liga Champions Dinodai Aksi Nyaris Bugil Wanita Seksi

Laga final Liga Champions musim 2018/19 baru saja usai digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol. Pada laga final kali ini Liverpool berhasil menumbangkan perlawanan sesama tim Inggris, Tottenham Hotspur dengan skor 0-2 masing-masing melalui gol Mohamed Salah di menit ke-2 melalui titik putih dan gol melalui tendangan keras menyusur tanah Divock Origi menit ke-87.

Dinodai Oleh Aksi Wanita Seksi yang Nyaris Bugil

 

Namun sayang, laga yang berjalan seru harus dinodai oleh aksi perempuan seksi yang menerobos masuk ke tengah lapangan pertandingan. Wanita berambut pirang dengan pakaian yang sangat seksi bertuliskan ‘Vitaly Uncensored’ di bagian dada itu nekat menerobos penjagaan dan masuk ke tengah lapangan pertandingan pada babak yang pertama, tepatnya pada menit ke-18 saat kedudukan 0-1 untuk keunggulan Liverpool. Namun para petugas keamanan menunjukkan reaksi sigap dan langsung mengamankan perempuan seksi tersebut.

Identitas Perempuan

Menurut informasi yang beredar, perempun itu diketahui bernama Kinsey Wolanski, kekasih dari artis Youtube bernama Vitaly Zdorovetskiy. Vitaly sendiri diketahui berprofesi sebagai komedian asal Rusia, yang memang sering membuat prank atau sebuah jebakan. Namun tidak diketahui apa maksud dan motif Kinsey melakukan aksi tersebut di laga final Liga Champions.

Akan tetapi banyak yang menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh Kinsey pada pertandingan kali ini berhubungan dengan konten Youtube sang kekasih. Selain karena mengenakan pakaian bertuliskan ‘Vitaly Uncensored’, melalui akun Instagram pribadinya Vitaly juga mengakui bahwa perempuan penyusup tersebut adalah kekasihnya.

Vitaly Sering Berbuat Ulah di Stadion

Tidak hanya Kinsey yang berbuat ulah dalam suatu pertandingan penting, karena sang kekasih, Vitaly juga diketahui pernah berbuat ulah dan mengganggu jalannya pertandingan pada babak semi-final Piala Dunia 2014 yang mempertemukan antara Timnas Jerman melawan Brasil di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Brasil. Kala itu Vitaly juga memasuki lapangan untuk berusaha mencium pemain Jerman, Benedikt Howedes dengan telanjang dada dan membuat tulisan yang berbunyi ‘Natural Born Prankster’ di tubuhnya.

Ada-ada saja memang Youtuber saat ini, mereka rela melakukan apa saja demi mendapat keuntungan yang besar untuk kontennya. Nah, tapi bagi kamu yang ingin mendapat banyak keuntungan sekaligus bermain Play1628, kamu gak usah aneh-aneh dan hanya perlu mengunjungi situs Tanimoto-auto.com.

Jika Maurizio Sarri Gabung Juventus, 3 Pemain Ini Bisa Merapat ke Turin

Juventus harus menerima kenyataan pahit usai meraih gelar juara Serie A musim 2018/19. Karena tim yang bermarkas di Turin itu dipastikan ditinggal oleh pelatihnya, Massimiliano Allegri yang memutuskan untuk mengundurkan diri. Mundurnya Allegri pun membuat kursi pelatih Juventus untuk sementara masih lowong. Terkait hal itu, kini Juventus tengah dikaitkan dengan beberapa pelatih ternama, salah satunya adalah Maurizio Sarri, yang baru saja mengantarkan Chelsea meraih gelar juara Liga Europa 2018/19.

Kabar bakal bergabungnya Sarri ke Juventus juga diperkuat oleh adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa salah satu petinggi La Vecchia Signora, Andrea Agnelli telah melakukan pembicaraan dengan Sarri. Selain itu, Agnelli juga diketahui berada di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan untuk menyaksikan langsung laga final Liga Europa. Jika Sarri memang benar akan berlabuh ke Juventus, bisa dipastikan La Vecchia Signora akan mendapatkan setidaknya tiga pemain baru seperti yang berikut ini.

Raphael Varane

Meskipun berhasil menjadi juara Serie A, namun Juventus tak lepas dari permasalahan, terutama di lini belakang. Saat ini para pemain di barisan belakang mereka sudah mulai mengalami penurunan performa karena termakan oleh usia, seperti halnya Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, hingga Leonardo Bonucci. Oleh sebab itu, Juventus membutuhkan tambahan bek baru demi memperbaiki kualitas lini belakangnya pada musim depan. Dari sejumlah nama yang ada, kabarnya Juventus berpeluang besar untuk mendaratkan bek Real Madrid, Raphael Varane. Karena bintang Juventus, Cristiano Ronaldo kabarnya sudah meminta langsung agar Varane bergabung ke Turin.

Nicolo Zaniolo

Juventus sudah secara terang-terangan mengaku tertarik untuk mendatangkan bintang muda AS Roma, Nicolo Zaniolo. Bahkan untuk menunjukkan keseriusannya, Juventus sudah mengajukan tawaran sebesar 40 juta euro untuk mendatangkan pemain 20 tahun tersebut. Bagaikan gayung bersambut, sang pemain juga mengaku bersedia pindah ke Juventus dan menyerahkan semua keputusannya kepada AS Roma.

Paul Pogba

Secara mengejutkan Paul Pogba mengaku tertarik untuk kembali ke pangkuan Juventus, meskipun dirinya juga sempat dikaitkan dengan Real Madrid. Performa jeblok Manchester United di musim 2018/19 menjadi faktor utama yang membuat Pogba ingin hengkang meninggalkan Old Trafford. Sementara itu, peluang Juventus untuk mendatangkan Pogba semakin besar setelah Ronaldo menelpon sang pemain dan mengajaknya untuk berlabuh di Turin. Dari kabar yang beredar, Pogba menyambut ajakan tersebut dengan positif. Nah, untuk kamu yang ingin mendapat hasil positif dari permainan Play1628 dan mendapat update terbaru dunia sepak bola, bisa langsung klik Tanimoto-auto.com.

Road to Final: Perjudian Jurgan Klopp Antar Liverpool ke Final Liga Champions

Final Liga Champions Eropa musim 2018/19 akan mempertemukan dua wakil Inggris, yakni Tottenham Hotspur melawan Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (02/06) dini hari mulai pukul 02:00 WIB. Ini akan menjadi final kedua pelatih Jurgen Klopp bersama Liverpool, setelah dia berhasil melakukannya pada musim lalu. Namun sayang, pada musim 2017/18 gelar juara Liga Champions yang ada di depan mata harus sirna setelah di partai puncak Liverpool dikalahkan Real Madrid dengan skor telak 3-1.

Akan tetapi kini Liverpool kembali datang ke partai final dengan skuat yang lebih mentereng. Meskipun demikian, perjalanan Liverpool menuju ke final juga tidak dilalui dengan mudah, dan bahkan Klopp harus melakukan perjudian untuk bisa mengantarkan timnya ke partai puncak.

Babak Grup Liga Champions

Perjalanan Liverpool di Liga Champions musim 2018/19 dimulai dari Grup C, di mana mereka harus bergabung dengan PSG, Napoli, dan Red Star Belgrade. Grup ini bisa dibilang tidak mudah, karena Napoli dan PSG adalah tim papan atas di Eropa.

Laga pertama Liverpool di Liga Champions musim 2018/19 dilalui dengan melawan PSG di Anfield. Pada pertandingan itu Liverpool menang dengan skor ketat 3-2, melalui gol Roberto Firmino di masa injury time babak yang kedua.

Namun di pertandingan kedua Liverpool harus menelan kekalahan dengan skor 0-1 ketika bertandang ke markas Napoli. Liverpool kembali bangkit di laga ketiga Grup C dengan mengalahkan Red Star Belgrade 4-0.

Meskipun lebih diunggulkan, namun pada kenyataannya Liverpool harus kalah 2-0 dari Red Star Belgrade di laga keempat Grup C. Belum sempat bangkit, Liverpool kembali kalah dengan skor 2-1 dari tuan rumah PSG. Kekalahan di matchday kelima ini membuat posisi Liverpool berada di ujung tanduk, dan mereka harus mampu menang melawan Napoli di laga terakhir untuk bisa lolos ke babak gugur. Klopp pun melakukan perjudian di laga pekan ke-6 dan Liverpool akhirnya mampu mengalahkan Napoli dengan skor 1-0.

Babak Gugur Liga Champions

Kemenangan melawan Napoli membuat Liverpool lolos ke babak gugur dengan status runner-up Grup C dan ditakdirkan bertemu Bayern Munich di babak 16 besar. Meskipun sempat bermain imbang 0-0 di leg pertama, Liverpool mengamuk di leg kedua dan mengalahkan Bayern Munich dengan skor 1-3 di Allianz Arena.

Kemudian di babak 8 besar mereka bertemu dengan FC Porto, dan berhasil menang dengan skor 2-0 di leg pertama. Kemudian di laga leg kedua Liverpool kembali menang, kali ini dengan skor 1-4.

Di babak semi-final Liverpool harus bertemu dengan lawan berat, yakni Barcelona. Harapan Liverpool untuk melangkah ke final kian mengecil setelah mereka kalah 3-0 dari Barcelona di laga leg pertama. Akan tetapi Klopp kembali melakukan perjudian dan berhasil mengantarkan Liverpool menang dengan skor 4-0 di laga leg kedua. Liverpool pun lolos ke final Liga Champions dengan menyingkirkan Barcelona 4-3 secara agregat. Kalau kamu gak pingin tersingkir seperti Barcelona dalam bermain Play123, segera daftarkan dirimu di Tanimoto-auto.com.

Deretan Klub Peserta Liga 1 yang Ogah Pakai Pemain Asing Asal Brasil, Dilema?

Bursa transfer Liga 1 2019 sudah resmi ditutup sejak 9 Mei 2019 yang lalu. Dengan demikian klub-klub peserta sudah dipastikan tidak akan mendapat izin untuk melakukan aktivitas jual beli pemain hingga dibukanya bursa transfer tengah musim. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 2019 kembali membuat regulasi yang sama mengenai pemain asing, di mana setiap klub peserta hanya diizinkan menggunakan 4 jasa pemain asing dengan rincian 3 pemain asing bebas dan 1 pemain Asia.

Menariknya, hampir semua klub peserta Liga 1 2019 menggunakan jasa pemain asing asal Brasil. Menurut informasi, setidaknya ada 24 pemain asing asal Brasil yang mewarnai jalannya kompetisi Liga 1 2019. Sebagian besar dari mereka masuk sebagai pemain inti, dengan menghiasi susunan starting XI di setiap pertandingan.

Namun tahu kah kamu bahwa ada dua tim yang tidak menggunakan jasa pemain asing asal Brasil pada kompetisi Liga 1 2019? Ya, kedua tim itu adalah Semen Padang dan PSM Makassar.

Semen Padang

Semen Padang sebenarnya sempat mendatangkan pemain asing asal Brasil, yakni Nildo Victor Juffo pada Januari 2019 yang lalu. Akan tetapi kemudian Nildo mengalami nasib sial dengan menderita cedera yang cukup parah jelang bergulirnya Liga 1 2019. Ia pun dipastikan harus menepi cukup lama dari lapangan hijau. Berdasarkan kesepakatan, kontrak mantan pemain FK Vardar Skopje itu bersama Semen Padang harus diputus karena di awal keduanya sudah sepakat untuk mengakhiri kerja sama jika dirinya menderita cedera dan membutuhkan waktu penyembuhan yang cukup lama. Hingga berakhirnya bursa transfer, Semen Padang tidak lagi mendatangkan pemain asing asal Brasil.

PSM Makassar

Ini adalah kali pertama PSM Makassar mengarungi kompetisi Liga 1 tanpa diperkuat oleh pemain asing asal Brasil. Pada musim ini PSM memilih menggunakan tiga pemain Eropa untuk mengisi slot 3 pemain asing non-Asia. Ketiga pemain itu adalah Wiljan Pluim (Belanda), Marc Klok (Belanda) dan Eero Markanen (Finlandia).

Meskipun tanpa diperkuat oleh pemain asing asal Brasil, PSM tetap menunjukkan penampilan yang mengesankan di tiga pertandingan awal Liga 1 2019 dengan meraih 2 kemenangan dan 1 hasil imbang.

Persib Bandung

Persib Bandung bisa menjadi tim ketiga yang tidak menggunakan pemain asing asal Brasil pada Liga 1 2019. Sebenarnya saat ini Persib memiliki nama Fabiano Beltrame yang masih tercatat sebagai pemain asing asal Brasil. Akan tetapi Fabiano saat ini tengah menunggu proses naturalisasinya usai. Jika memang proses naturalisasinya selesai dan Fabiano menjadi WNI, tentu Persib akan sah menjadi tim ketiga yang tidak menggunakan jasa pemain asing di Liga 1 2019. Bagi kamu yang ingin bermain casino atau sbobet, bisa klik Cbet.me. Buruan, kesempatan tidak datang dua kali.

4 Selebrasi Ikonik Mantan Pemain Persib Bandung yang Sulit Dilupakan Bobotoh

Persib Bandung adalah salah satu klub legendaris yang sampai saat ini masih berhasil menunjukkan ekstensinya di kancah persepakbolaan Indonesia. Persib juga layak disebut sebagai tim besar, karena selain memiliki sejarah yang panjang tim berjuluk Maung Bandung itu juga memiliki banyak koleksi gelar juara, mulai dari era Perserikatan hingga Liga 1. Beberapa gelar bergengsi pun berhasil masuk ke dalam lemari koleksi trofi mereka, mulai dari menjadi juara Liga Indonesia hingga Piala Presiden.

Keberhasilan Persib meraih berbagai gelar bergengsi tentunya tidak lepas dari kontribusi setiap pemainnya, baik itu pemain lokal atau pun pemain impor. Gol-gol dari kaki dan kepala mereka pun selalu ditunggu oleh suporter fanatik Persib, Bobotoh, di setiap pertandingan. Usai mencetak gol, tak jarang para pemain akan melakukan selebrasi untuk merayakannya. Banyak gaya selebrasi yang bisa dilakukan oleh para pemain, mulai dari yang simple hingga ikonik. Nah, berikut adalah 4 selebrasi ikonik dari mantan pemain Persib yang bakal sulit dilupakan oleh para Bobotoh.

Ala CR7

Selebrasi ikonik pertama datang dari Zulham Zamrun, pemain yang pernah mengantarkan Persib menjadi juara di Piala Presiden 2015. Ketika berhasil mencetak gol, Zulham langsung melakukan selebrasi dengan cara melompat sambil berputar dan mendarat dengan merentangkan tangan ke bawah. Jika diperhatikan, gaya selebrasi Zulham mirip dengan apa yang dilakukan oleh Cristiano Ronaldo seusai dirinya mencetak gol. Zulham pun tak menampik jika dirinya meniru gaya selebrasi Ronaldo, karena memang dia mengidolakan pemain berjuluk CR7 tersebut.

Mancing

Kemudian ada selebrasi ikonik yang dilakukan oleh bomber asing Persib asal Argentina, Jonathan Baumann. Ketika berhasil mencetak gol ke gawang Persipura Jayapura di laga lanjutan Liga 1 2018, Baumann tanpa diduga melakukan selebrasi dengan berlari ke tepi lapangan dan bergaya seolah-olah sedang memancing ikan. Usut punya usut ternyata memancing adalah hobinya di Argentina.

Suster Ngesot

Selanjutnya ada selebrasi khas dari bek Persib di era 2007-2011, Nova Arianto. Bek asal Semarang itu sering kali melakukan selebrasi dengan menirukan gaya suster ngesot, yang menjadi hantu ikonik di Indonesia. Dalam permainan, Nova dikenal sebagai bek yang sangat lugas dalam mengawal lini pertahanan.

Tari Jaipong

Yang terakhir adalah selebrasi striker Maroko yang pernah membela Persib pada periode 2006-2008, yakni Redouane Barkaoui. Pemain berambut keriting itu sering kali melakukan selebrasi dengan menari Jaipong di tepi lapangan. Hal itu dikarenakan Barkaoui memang menyukai kebudayaan Sunda, terutama tari Jaipong. Namun untuk kamu yang suka dengan permainan Sbobet, tanpa perlu berselebrasi kamu bisa langsung kunjungi Cbet.me dan dapatkan banyak keuntungannya.

Presiden Real Madrid Mengaku Iri dengan Liverpool

Musim 2018/19 kali ini bisa dibilang sebagai panggung bagi Liverpool. Meskipun gagal menjadi juara Liga Premier Inggris, namun Liverpool dianggap telah tampil membanggakan sejauh musim ini. Dengan koleksi 97 poin di akhir musim, itu adalah perolehan poin tertinggi dalam sejarah berdirinya Liverpool di kompetisi Liga Premier Inggris. Jika di kompetisi domestik Liverpool dipastikan puasa gelar, namun tidak halnya dengan di kompetisi Eropa.

Karena di kompetisi Eropa klub yang bermarkas di Anfield itu berhasil melaju ke partai puncak Liga Champions dan akan melawan sesama tim asal Inggris, Tottenham Hotspur di Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol pada Sabtu (01/06) malam WIB. Perjalanan Liverpool menuju ke partai puncak bisa dibilang heroik. Karena mereka mampu bangkit dari ketertinggalan dengan skor 3-0 dari Barcelona di leg pertama, sebelum kemudian mereka menang dengan skor 4-0 di leg kedua yang berlangsung di Anfield. Untuk mengetahui informasi mengenai casino dan sbobet, langsung saja kunjungi Cbet.me.

Presiden Real Madrid Iri dengan Liverpool

Di sisi lain, baru-baru ini Presiden Real Madrid, Florentino Perez mengaku iri dengan Liverpool. Bukan soal keberhasilan Liverpool melaju ke final Liga Champions, namun Perez iri dengan sikap yang ditunjukkan oleh suporter The Reds yang dianggap jauh lebih baik ketimbang suporter Real Madrid.

Hal itu ia katakan karena suporter Real Madrid sering kali mengejek para pemain ketika mereka sedang tampil di bawah performa terbaiknya. Hal berbeda justru ditunjukkan oleh suporter Liverpool, di mana mereka terus memberikan dukungan dan tepuk tangan kepada para pemain meskipun tampil di bawah performa.

Hal itu sudah mereka tunjukkan ketika Real Madrid berhasil membantai Liverpool dengan skor 0-3 di Anfield pada babak penyisihan grup Liga Champions Eropa musim 2013/14 yang lalu. Pada saat itu suporter Liverpool tetap memberikan tepuk tangan kepada para pemain ketika pertandingan telah berakhir.

“Para pemain sangat profesional dan mereka tidak pantas mendapatkan ejekan itu. Saya tidak setuju dengan tingkah suporter yang seperti ini,” kata Perez.

“Suporter Liverpool di Anfield memberikan tepuk tangan saat kami mengalahkan mereka 3-0. Saya iri dengan atmosfer seperti itu,” pungkasnya.

Kalahkan RB Leipzig, Bayern Munich Pastikan Gelar DFB Pokal 2018/19

Bayern Munich berhasil mengawinkan gelar domestik setelah mereka sukses mengalahkan RB Leipzig dalam laga final DFB Pokal yang dilangsungkan di Stadion Olimpiade Berlin, Minggu (26/05) dini hari WIB. Pada laga ini bomber asal Polandia, Robert Lewandowski menjadi pahlawan setelah dirinya berhasil mencetak dua gol atau brace.

Bayern Munich Tampil Mendominasi

Pada laga kali ini dominasi Bayern Munich sudah terlihat sejak awal pertandingan. Anak asuh Niko Kovac itu terus menguasai jalannya pertandingan dan membangun serangan-serangan yang sangat berbahaya bagi gawang RB Leipzig.

Dominasi Bayern Munich atas RB Leipzig juga terlihat dari statistik pertandingan, di mana Die Bavarian mampu mencatat 58 persen penguasaan bola dibanding 42 persen milik lawan. Kemudian dari tendangan juga demikian, di mana Bayern Munich berhasil mencatat 18 tembakan dan 10 di antaranya mengarah tepat ke sasaran. Sementara RB Leipzig hanya mampu mencatat 11 tembakan dan hanya 4 yang menemui sasaran.

Bayern Munich Unggul 3-0

Dominasi Bayern Munich atas RB Leipzig akhirnya sejalan dengan hasil pertandingan. Di mana pada laga itu klub penghuni Allianz Arena tersebut mampu mengakhiri pertandingan dengan skor telak 3-0.

Gol pembuka Bayern Munich dicetak oleh Robert Lewandowski melalui sundulan kepala memanfaatkan umpan crossing dari David Alaba dari sisi kanan pertahanan RB Leipzig. Tidak ada lagi gol yang tercipta di babak pertama dan Bayern Munich unggul 1-0 atas RB Leipzig hingga jeda.

Kemudian di babak kedua Bayern Munich sama sekali tidak mengendurkan serangannya. Hasil nya pada menit ke-78 Bayern Munich mampu menggandakan skor setelah Kingsley Coman membobol gawang RB Leipzig yang dijaga oleh Péter Gulácsi.

Lewandowski benar-benar menggila pada pertandingan kali ini, dan mantan bomber Borussia Dortmund itu mampu mencetak gol yang keduanya pada menit ke-85 memanfaatkan umpan matang dari Joshua Kimmich.

Keberhasilan ini pun menjadi penegasan Bayern Munich bahwa memang mereka masih menjadi raja di Jerman. Karena saat ini Bayern Munich tercatat sebagai klub terbanyak pengoleksi gelar juara Bundesliga dan DFB Pokal, masing-masing dengan 29 gelar dan 19 gelar. Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai casino dan berita seputar bola, langsung saja kunjungi Levitracht.com.

Valverde Wajib Didepak Dari Barcelona dengan 3 Alasan Ini

Kekalahan yang diterima Barcelona di Anfield kali ini cukup menyakitkan hati. Di leg pertama cukup melegakan dengan hasil 3-0, namun terpuruk di leg kedua dengan skor 4 – 0. Lalu, berikut ini rentetan kegagalan Valverde yang menjadi alasan mengapa Barcelona harus memecatnya.

 

Valverde Wajib Didepak Dari Barcelona dengan 3 Alasan Ini

Mengulang Kegagalan di berbagai Pertandingan

Kegagalan Barcelona semakin diburuk dengan tidak ada satu gol pun yang bisa didapatnya di kandang Liverpool. Dan tentu saja liverpool menang hasil gol Georgino Wijnaldum dan Divock Origi.

Liverpool berhasil mengungguli barcelona di semifinal Liga Champions. Itu berarti Barcelona gagal total meraih kemenangan treble di musim kali ini. Keberuntungan besar bagi pemegang Liverpool pada taruhan judi bola di situs homepage judi online ini.

Gagalnya Barcelona di beberapa pertandingan, tentu membuat pendukungnya cukup kecewa. Di tambah dengan kandasnya Barcelona di perempat final Liga Champions. Semakin membuat fans Barcelona menitikkan air mata.

Valverde sebagai pelatih menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kesalahan yangberkali-kali dibuat Barcelona. Pelatih membawa pengaruh besar atas kekalahan dan kberhasilan sebuah tim. Kali ini akan di rangkum 3 alasan Valverder layak di depak dari Barcelona.

 

Tidak Berani Mengambil Resiko

Dengan susunan pemain yang selalu sama di setiap pertandingan, membuat Valverde dikenal sebagai pelatih yang pragmatis. Dia tidak pernah mau mencoba hal baru untuk bertarung dengan lawan.

Tentu hal ini membuat musuh mudah mengenali taktik yang di mainkan oleh Barcelona. Sedangkan lawan dari berbagai negara di liga Eropa sudah menggunakan stategi baru untuk menghancurkan Barcelona di setiap turnamen.

 

Mental juaranya lemah

Pertarungan sengit di liga Eropa membutuhkan mental juara untuk menggapai kemenangan. Sulit bagi klub Barcelona jika terus berkutat pada sikap menganggap lemah lawan. Hal ini menimbulkan tidak adanya kesiapan matang untuk bertanding.

Mari kita lihat pada pertandingan dua musim terakhir, Barcelona tersungkur di leg kedua melawan AS Roma dan liverpool. Merasa menang di leg pertama, Barcelona tidak mau waspada dan terkesan jumawa.

 

Tak Punya Cadangan Plan

Bersanding dengan Liverpool di leg pertama, Barcelona hampir mampu menyamai kedudukan. Melihat Philippe Countinho dan Sergi Roberto bermain buruk di leg pertama, tak membuat Valverde mengganti keduanya. Countinho dan Roberto justru di turunkan sejak menit awal. Di menit ke-60, Valverde meminta Philippe mundur. Hal ini keputusan yang sangat terlambat.

Baca juga: Bikin Tegang! Ini 4 Epic Comeback Terbaik dalam Sejarah Sepakbola